History

Sejarah

Asosiasi Systemic Functional Linguistics Indonesia, atau disingkat ASFLI, didirikan pada tanggal 10 November 2006 oleh para penggiat Linguistik Sistemik Fungsional dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan dideklarasikan secara resmi oleh Jim Martin.

ASFLI didirikan bertepatan dengan dilaksanakannya konferensi nasional SFL pertama di Indonesia, di Universitas Negeri Jakarta. Konferensi tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 peserta. Ada 30 sesi paralel dan 2 sesi pleno, yang salah satunya oleh Jim Martin.

Banyak peserta yang hadir adalah mahasiswa pasca sarjana yang sedang mengerjakan tesis dan disertasinya dengan menggunakan pendekatan SFL. Karena SFL, terutama konsep genrenya, digunakan sebagai dasar untuk memformulasikan standar kompetensi Bahasa Inggris pada waktu itu, banyak yang hadir pada konferensi tersebut adalah guru Bahasa Inggris.

Untuk mudahnya, tim pertama yang bertugas mengurus ASFLI terdiri dari 4 orang: Siti Wachidah sebagai ketua, Ifan Iskandar sebagai sekretaris, Sri Sumarni sebagai bendahara, dan Pangeti Wiedarti sebagai seksi komunikasi.

Kantor pusat ASFLI, yang sebelumnya direncanakan akan secara bergilir tiap 3 tahun berpindah dari satu universitas ke universitas lainnya, ternyata karena berbagai kendala, belum pernah berpindah dari Universitas Negeri Jakarta sampai tahun 2017.

 

 

History

The Assosiciation of Systemic Functional Linguistics of Indonesia, ASFLI, was established on 10 November 2006 by the Systemic Functional Linguistics activists from various universities in Indonesia, and officially declared by Jim Martin.

The event was marked by the first national SFL conference in Indonesia hosted by Jakarta State University. It was attended by more than 100 participants from around Indonesia. There were 30 parallel sessions and two plenary sessions, one of which was by Jim Martin.

Among the participants were many postgraduate students who were doing their theses and dissertations on SFL. As SFL, particularly its concept of genre, was used as the basis for the English competence standards for the development of school-based curriculum, quite a few English teachers also participated in the conference.

For practical reasons, the first team in charge of ASFLI consisted of four people: Siti Wachidah as the chairperson, Ifan Iskandar as the secretary, Sri Sumarni as the treasurer, and one person in charge of communication, Pangesti Wiedarti.

For a number of reasons, the headquarter, which was initially planned to move to a different university every 3 years, has ever since been at Jakarta State University.